Sekitar 100 tahun yang lalu, seorang ekonom asal Austria bernama Joseph Schumpeter memperkenalkan konsep “creative destruction” (penghancuran kreatif). Konsep ini menjelaskan proses bagaimana inovasi dan teknologi baru menggantikan teknologi lama dan membuatnya usang. Proses ini terus berlangsung, membentuk ulang ekonomi dan mendorong perkembangan melalui inovasi, membongkar struktur industri lama dan menciptakan yang baru.
Kadang perubahan ini terjadi perlahan, seperti peralihan dari kereta api, ke mobil, lalu ke pesawat. Tapi kadang juga terjadi sangat cepat, seperti yang kita lihat pada ChatGPT, dan sekarang DeepSeek – teknologi yang mengguncang pasar AI global dan memicu debat besar tentang masa depan model bahasa besar (LLM), serta biaya dan adopsi AI. Sekali lagi, ini mempercepat proses creative destruction dengan kecepatan tinggi.
Kredit foto: Perjalanan Chief DeepSeek dari Pecinta Matematika ke Pengguncang Dunia © Rachel Mendelson/WSJ, Getty Images
Setiap perubahan besar seperti ini selalu membutuhkan fondasi teknologi pendukung yang bersifat umum. Teknologi ini disebut “general-purpose technologies” – seperti komputer, internet, listrik, dan mesin uap – yang memungkinkan terjadinya inovasi yang mengubah dunia.
Sekarang, Artificial Intelligence (AI) berada di jalur untuk menjadi teknologi umum berikutnya yang akan berdampak besar pada kehidupan kita. Tapi, untuk sukses, AI membutuhkan dukungan infrastruktur data yang tangguh dan fleksibel.
Tantangan bagi Tim TI
Sayangnya, banyak dari kita yang bekerja di bidang TI sering kesulitan membayangkan perubahan besar ini. Kita cenderung mengandalkan pengalaman dan keterampilan lama, dan takut akan risiko dan ketidakpastian. Inilah sebabnya mengapa banyak orang masih belum siap menghadapi kecepatan perkembangan AI – apalagi memahami infrastruktur data yang dibutuhkan untuk menjalankan beban kerja AI yang kompleks.
Untungnya, ada solusi: Hybrid Cloud.
Menyiapkan Infrastruktur AI dengan Hybrid Cloud
Dengan pendekatan hybrid cloud, perusahaan dapat bereksperimen lebih cepat, menyesuaikan model bisnis, memperkirakan biaya, dan memutuskan bagaimana AI bisa memberi keunggulan kompetitif.
Berikut beberapa keunggulan strategi hybrid cloud untuk AI:
1. Skalabilitas dan Fleksibilitas
Hybrid cloud memungkinkan perusahaan menjalankan beban kerja AI secara efisien. Cloud publik cocok untuk tugas berat seperti pelatihan data skala besar, sedangkan cloud privat menangani data sensitif dan kebutuhan kepatuhan, terutama jika tersebar di berbagai wilayah.
2. Efisiensi Biaya
Membangun infrastruktur AI dari nol itu mahal. Hybrid cloud memungkinkan perusahaan hanya membayar sumber daya cloud publik saat dibutuhkan, tanpa harus investasi besar di awal. Cocok untuk eksperimen dan penyesuaian strategi.
3. Pengelolaan Data yang Lebih Baik
Manajemen data yang kuat sangat penting dalam AI. Hybrid cloud memungkinkan penyimpanan, pemrosesan, dan akses data yang efisien – sambil tetap fleksibel dalam migrasi beban kerja dan menjaga kedaulatan data.
4. Keamanan dan Kepatuhan
Cloud privat digunakan untuk data sensitif dan memenuhi regulasi (misal GDPR, HIPAA). Cloud publik tetap digunakan untuk beban kerja non-sensitif. Keduanya mendukung akses ke model AI canggih.
5. Optimasi Sumber Daya
AI sering membutuhkan hardware khusus seperti GPU atau TPU. Hybrid cloud memungkinkan akses ke perangkat ini sesuai kebutuhan – menghemat biaya pembelian dan perawatan perangkat keras mahal.
6. Inovasi dan Kelincahan
Hybrid cloud memberi keleluasaan untuk bereksperimen dengan teknologi AI baru tanpa tergantung infrastruktur lama. Inilah alasan banyak pelanggan Hitachi Vantara menggunakan hybrid cloud dengan VMware, Azure, OpenShift, dan Google Cloud untuk mendukung pengalaman pelanggan berbasis AI sambil menurunkan biaya.
Contohnya, di Red Hat Summit 2024, banyak fokus pada demokratisasi AI – membuat AI lebih mudah diakses dan lebih murah. Open-source seperti Red Hat OpenShift AI, dan akuisisi Neural Magic (teknologi dari MIT) menunjukkan tren percepatan AI generasi baru dengan biaya lebih rendah. Banyak perusahaan juga beralih dari VMware ke OpenShift karena lebih fleksibel dan hemat biaya. Contoh nyata dari creative destruction!
Jalankan Beban AI Sesuai Skala dan Kecepatan Anda Sendiri
Itulah mengapa kami menyediakan solusi Hitachi Vantara untuk integrasi Red Hat OpenShift dan Ansible – agar pelanggan bisa mengotomatisasi, meningkatkan performa, dan menekan biaya operasional saat membangun hybrid cloud AI mereka.
Red Hat OpenShift Virtualization + Hitachi Data Services untuk Aplikasi Modern
Model biaya DeepSeek (menggunakan arsitektur open-source MIT dengan pendekatan MoE) membuktikan bahwa inferensi model AI berskala besar bisa dilakukan dengan biaya jauh lebih rendah dari raksasa teknologi. Hal ini membuka peluang besar bagi developer kecil untuk masuk pasar dengan cepat dan bersaing.
Menurut pakar seperti Dr. Yonggang Wen (NTU, Singapura), AI-Driven Data Center (AIDC) akan menjadi pusat ekonomi digital. Dulu, pelatihan AI lebih berat dibandingkan inferensi. Tapi tren ini berubah. Di masa depan, inferensi akan jadi lebih berat – terutama untuk aplikasi seperti sistem rekomendasi dan AI generatif.
Diperkirakan, distribusi beban kerja AI akan berubah dari rasio 80:20 (latih:inferensi) pada 2023, menjadi 50:50 di 2025, lalu ke 20:80 di 2028.
Model DeepSeek memang masih perlu dievaluasi, tapi saat pesaing dari Eropa dan Amerika mulai meniru mereka, pasar bisa berubah cepat. Dan seperti biasa, AI akan mendorong perubahan ini.
Kekuatan dari Pengalaman Global
Bekerja di Hitachi memberi kami keunggulan besar: kami punya akses ke lebih dari 570 perusahaan dalam keluarga Hitachi – termasuk di sektor energi, kereta, otomotif, dan laboratorium riset. Ditambah lagi, kami bekerja dengan perusahaan Fortune 500 hingga menengah ke bawah. Jadi kami paham kebutuhan data dan infrastruktur AI lintas industri.
Melalui platform Hitachi iQ, kami bahkan menggunakan AI dalam produk kami untuk menyederhanakan proses, mempercepat insight, dan mendorong inovasi – menjadikan pelanggan kami terdepan dalam perkembangan AI.
Kesimpulan
Untuk bisa terus berada selangkah di depan perubahan cepat akibat AI, penting bagi Anda bekerja sama dengan mitra seperti Hitachi Vantara yang memahami lanskap AI dan memiliki pengalaman luas di hybrid cloud – sesuai dengan industri, lokasi, dan skala bisnis Anda.
Kami akan membahas lebih lanjut tentang peran hybrid cloud dalam kesuksesan AI – khususnya untuk lingkungan multicloud seperti OpenShift, Azure, dan Google Anthos. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh bagaimana kami bisa membantu perjalanan hybrid cloud AI Anda, silakan hubungi perwakilan Hitachi Vantara.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan hitachivantara indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi hitachivantara.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
