Saat ini hampir semua perusahaan besar mulai berinvestasi dalam teknologi Artificial Intelligence (AI). Mereka telah menyiapkan anggaran, menjalankan proyek percobaan, dan menjadikan AI sebagai bagian dari strategi bisnis masa depan.
Namun ada fakta menarik yang cukup mengejutkan. Meskipun investasi AI terus meningkat, banyak perusahaan masih kesulitan mendapatkan hasil yang sesuai harapan. Bahkan berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar proyek AI belum mampu menghasilkan nilai bisnis yang signifikan.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Jawabannya sering kali bukan karena model AI yang digunakan kurang canggih, melainkan karena infrastruktur data dan storage yang belum siap mendukung kebutuhan AI modern.
AI yang Hebat Membutuhkan Fondasi yang Kuat
Banyak organisasi fokus pada pemilihan model AI terbaru atau membeli perangkat GPU yang lebih cepat. Namun mereka sering mengabaikan fondasi utama yang menopang seluruh sistem, yaitu data dan storage.
AI hanya bisa bekerja dengan baik jika mendapatkan akses cepat ke data yang berkualitas. Jika data sulit diakses, lambat diproses, atau tersebar di berbagai sistem yang tidak terhubung, maka performa AI akan menurun drastis.
Karena itu, perusahaan yang sukses mengimplementasikan AI biasanya memiliki satu kesamaan: mereka membangun fondasi data yang kuat sebelum memperluas penggunaan AI.
Performa Storage Kini Menjadi Faktor Penting
Di masa lalu, storage perusahaan lebih berfokus pada kapasitas penyimpanan dan keandalan sistem. Selama data tersimpan dengan aman, kebutuhan bisnis dianggap sudah terpenuhi.
Namun kebutuhan saat ini berbeda.
Aplikasi modern seperti:
-
Generative AI
-
Analitik real-time
-
Machine Learning
-
Pemrosesan transaksi berkecepatan tinggi
memerlukan akses data yang sangat cepat dengan latensi yang sangat rendah.
Jika storage tidak mampu mengirimkan data dengan cepat, maka GPU dan server AI akan menunggu. Akibatnya, investasi perangkat keras yang mahal tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Selain itu, pertumbuhan data perusahaan juga semakin besar setiap tahun. Sebagian besar pertumbuhan tersebut berasal dari data tidak terstruktur seperti:
-
Video
-
Gambar
-
Data sensor IoT
-
File multimedia
-
Dataset pelatihan AI
Jenis data ini membutuhkan performa storage yang jauh lebih tinggi dibandingkan sistem tradisional.
Ketahanan Sistem Tidak Bisa Diabaikan
Selain performa, faktor lain yang sangat penting adalah ketahanan atau resiliency.
Ketika perusahaan mulai mengandalkan AI untuk operasional bisnis, gangguan sistem sekecil apa pun dapat berdampak besar.
Risikonya meliputi:
-
Gangguan layanan pelanggan
-
Keterlambatan analisis data
-
Hilangnya produktivitas
-
Kerugian finansial
-
Ancaman keamanan siber
Saat ini ancaman keamanan juga semakin kompleks. Banyak perusahaan mulai khawatir terhadap risiko kebocoran data yang melibatkan penggunaan AI.
Oleh karena itu, infrastruktur modern harus dirancang sejak awal untuk mendukung:
-
Ketersediaan sistem tinggi (high availability)
-
Perlindungan data
-
Pemulihan bencana (disaster recovery)
-
Deteksi ancaman siber
-
Backup otomatis
Ketahanan bukan lagi fitur tambahan, tetapi kebutuhan utama dalam era AI.
Kompleksitas Infrastruktur Menjadi Beban Tersembunyi
Seiring berkembangnya teknologi, banyak perusahaan menggunakan kombinasi berbagai platform seperti:
-
Data center lokal
-
Cloud publik
-
Cloud privat
-
Edge computing
Meskipun memberikan fleksibilitas, kondisi ini sering menciptakan kompleksitas yang sulit dikelola.
Tim IT akhirnya menghabiskan banyak waktu untuk:
-
Mengelola berbagai platform
-
Memantau performa sistem
-
Menangani integrasi
-
Menyelesaikan masalah operasional
Akibatnya, fokus perusahaan bergeser dari inovasi menjadi pemeliharaan infrastruktur.
Karena itu, banyak organisasi mulai beralih ke platform storage modern yang menyediakan pengelolaan terpusat sehingga seluruh lingkungan data dapat dipantau dari satu dashboard.
Dengan cara ini, tim IT dapat bekerja lebih efisien dan memiliki lebih banyak waktu untuk mendukung inovasi bisnis.
Tata Kelola Data Menentukan Kesuksesan AI
Salah satu penyebab utama kegagalan proyek AI adalah buruknya pengelolaan data.
Banyak perusahaan menghadapi masalah seperti:
-
Data tersebar di berbagai lokasi
-
Kualitas data tidak konsisten
-
Kurangnya standar pengelolaan
-
Sulit memenuhi regulasi dan kepatuhan
Ketika data tidak terkelola dengan baik, AI akan menghasilkan analisis yang kurang akurat.
Karena itu, tata kelola data atau data governance menjadi bagian penting dari strategi AI modern.
Perusahaan yang berhasil biasanya memiliki sistem yang mampu:
-
Mengelola siklus hidup data
-
Menentukan kebijakan akses data
-
Menjamin kepatuhan regulasi
-
Mengotomatisasi proses pengelolaan data
Dengan tata kelola yang baik, organisasi dapat memanfaatkan data secara maksimal sekaligus menjaga keamanan dan kepatuhan.
Saatnya Berinvestasi pada Infrastruktur yang Tepat
Banyak perusahaan menganggap modernisasi storage hanya sebagai pembaruan perangkat keras rutin. Padahal dalam era AI, keputusan ini memiliki dampak strategis yang jauh lebih besar.
Infrastruktur yang modern memberikan manfaat seperti:
-
Akses data lebih cepat
-
Kinerja AI lebih optimal
-
Pengelolaan lebih sederhana
-
Keamanan yang lebih baik
-
Skalabilitas untuk pertumbuhan masa depan
Yang menarik, keberhasilan AI tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran perusahaan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang sukses adalah mereka yang mampu membangun fondasi data yang tepat dan mengelolanya secara efektif.
Kesimpulan
AI telah menjadi salah satu teknologi paling penting dalam transformasi digital perusahaan. Namun keberhasilan AI tidak hanya ditentukan oleh model atau GPU yang digunakan.
Storage dan infrastruktur data kini menjadi faktor kunci yang menentukan apakah investasi AI dapat menghasilkan nilai bisnis nyata atau justru menjadi beban biaya yang besar.
Perusahaan yang mulai memodernisasi storage, meningkatkan ketahanan sistem, menyederhanakan pengelolaan infrastruktur, dan memperkuat tata kelola data akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat di masa depan.
Singkatnya, jika AI adalah mesin yang menggerakkan inovasi, maka storage modern adalah fondasi yang memastikan mesin tersebut dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efisien.
hitachivantara Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi hitachivantara.
Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
